PEMETAAN DAN PEMBAHARUAN MASJID SEBAGAI FASILITAS UMUM DI MEGA BEKASI HYPERMALL
Abstract
Penelitian ini mengkaji peran Masjid At-Tijaaroh dan musholla di Mega Bekasi
Hypermall sebagai fasilitas ibadah di pusat perbelanjaan modern yang melayani beragam
jamaah, termasuk pegawai dan pengunjung mall. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus,
ditemukan bahwa aktivitas ibadah saat ini terbatas pada shalat lima waktu tanpa program
keagamaan tambahan, meskipun pengelolaan masjid dilakukan oleh manajemen mall dengan
imam yang netral dari komunitas Bani Shaleh. Dana operasional berasal dari manajemen dan
kotak amal, dengan status kelembagaan di bawah yayasan atau perusahaan mall serta sudah
memiliki sertifikat arah kiblat resmi. Keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dianggap
penting untuk menjaga keharmonisan jamaah dan memberikan pembinaan ekonomi syariah,
namun pelaksanaan program memerlukan persetujuan manajemen melalui proposal resmi.
Penelitian ini menegaskan kebutuhan pengembangan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan
spiritual dan sosial di lingkungan urban.
